Info dari milis FK Unpad :
SCHOLARSHIP OPPORTUNITIES FOR GRADUATE STUDIES IN THE U.S.
Education is a core theme of increased United States-Indonesia
development cooperation, which was re-emphasized recently during a
telephone conversation between U.S. President Barack Obama and
Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono.
To follow up that commitment, the United States Agency for International Development
(USAID), through the Human and Institutional Capacity Development
(HICD) program working in collaboration with the Academy for
Educational Development (AED), opens the opportunity for talented
young Indonesians to study for Master’s and PhD degrees in the U.S.
The programs are fully funded by USAID. The programs offered are:
1. Master’s Degree in Education and Human Development, emphasizing
studies in Education Policy and Management, Human Development and
Psychology, International Education Policy, Language and Literacy,
Math and Science Education, Education Leadership, Teacher Education,
Education Technology, Education Law, Education Finance, Curriculum and
Instruction, Education Research Design, Politics in Education,
Education Assessment and Testing, Special Education, Counseling.
*) Please see www.aed.or.id for the detailed program description
including eligible institutions.
2. Master’s Degree in Public Health, emphasizing studies in
International Health; Epidemiology/ Biostatistics; and Health System
Capacity Development.
3. Master’s Degree in Environment Studies, emphasizing studies in
Climate Change; Coastal and Marine Conservation; Pelagic Fisheries
Management; and Energy/Environmenta l Engineering.
4. Bachelor’s, Master’s or PhD Degrees in Economics, emphasizing
studies in Economics, Finance, Management, Accounting, Insurance,
Agriculture, Agribusiness, and Public Policy.
*) Please see www.aed.or.id for the detailed program description
including eligibility requirements for the Bachelor’s Degree.
5. Master’s Degree in Public Affairs/Public Policy/Political
Science/Public Administration/ Non-profit Management or related fields.
Further/ more detail information in Open Program AED.
Dateline aplikasi tanggal 1 Januari 2010, mohon disebar luaskan ke teman, saudara, kolega, keponakan, adik/kakak ipar, yang sekiranya membutuhkan informasi beasiswa tersebut.
Informasi terkait lainnya, jika membutuhkan panduan atau guideline untuk penulisan essay (letter of motivation, personal statement etc) bisa dicari di website berikut :
How to write a personal statement
Formal letter writing tips
Tuesday, November 10, 2009
Sample Medical School Application Essay—After
This is what I need to ready (and learn from it!)
before I make my essay for the USAID scholarship.
Sample Medical School Application Essay—After
Hope I can make it this time !
before I make my essay for the USAID scholarship.
Sample Medical School Application Essay—After
Hope I can make it this time !
Monday, November 02, 2009
example letter of motivation
Related to my goals for higher education (alias pengen skolah S2 tapi gada duit) so I was searching for scholarship. The scholarships there are Erasmus Mundus, Chevening, and Netherland Fellowship Program (NFP).
And then I have to write a letter of motivation.
Google result for the keywords : 'example letter of motivation' came out 15,400,000 links.
WoW.
It is a big number.
Click on few links below :
http://www.docstoc.com/docs/4667977/Example-Cover-Motivation-Letter-Example-Application-letter-Example-Application
very simple , few points to be taken into consideration.
http://www.scribd.com/doc/6669456/Motivation-Letter
really close to what I am looking for, it is an example letter of motivation
http://isampleletter.com/guide/cover-letter.html
not quite close, it is explain about the cover letter, but not for what I look for.
Lets try the keywords 'letter of motivation' then .... it came with 70,300,000 results
still a long way to go to write it down.
...
..
.
And then I have to write a letter of motivation.
Google result for the keywords : 'example letter of motivation' came out 15,400,000 links.
WoW.
It is a big number.
Click on few links below :
http://www.docstoc.com/docs/4667977/Example-Cover-Motivation-Letter-Example-Application-letter-Example-Application
very simple , few points to be taken into consideration.
http://www.scribd.com/doc/6669456/Motivation-Letter
really close to what I am looking for, it is an example letter of motivation
http://isampleletter.com/guide/cover-letter.html
not quite close, it is explain about the cover letter, but not for what I look for.
Lets try the keywords 'letter of motivation' then .... it came with 70,300,000 results
still a long way to go to write it down.
...
..
.
Friday, October 30, 2009
Love is . . .
Love is . . . not loving someone perfect, but loving someone imperfect, perfectly.
Quote taken from http://ayupuspa.blogspot.com/2009/09/toko-jodoh.html
Quote taken from http://ayupuspa.blogspot.com/2009/09/toko-jodoh.htmlSunday, October 11, 2009
Mau jadi apa ?
Mau jadi apa bangsa kita kalau tontonan filmnya-nya seperti ini : Melati untuk Marvel, Cinta Fitri, Terlanjur Cinta, Anak Mami Jatuh Cinta (SCTV), Si Amat Anak Pasar Jangkrik, Si Kembar Penjaga Sungai, Terpanggang Tanah Kuburan, Jenazah Melengkung, Kuburan Berbau Bangkai (TPI), Suami-suami Takut Istri (TransTV), Tangisan Isabela, Laila, Inayah (Indosiar), Tarzan Keluar Kampung, Baim Anak Saleh, Cinta dan Anugerah (RCTI).
Dari dulu (sampai sekarang) gue belum bisa- dan rasanya gak pernah bisa menikmati yang namanya sinetron, entah dari sisi sinematografi-nya kurang memuaskan, jalan ceritanya yang gak realistis, aktingnya yang berlebihan (atau bahasa anak gaol sekarang "lebay") dan pada akhirnya, pada satu kesimpulan, gak berguna alias buang-buang waktu.
Yang ada bikin keselllll.....
Entahlah apa diluar negeri sinetron sama aja (rendah) kualitasnya seperti di Indonesia, atau memang Indonesia 'spesialis'nya bikin ginian.

Tapi, salahsatu hal yang bisa gue pelajari dari peristiwa traveling ke sebagian negara di Eropa Barat, adalah kebiasaan nonton TV tuh gak penting-penting amat buat mereka (at least gak seperti mamah-ku yang tiap hari mesti setel TV, entah disimak atau engga acaranya, kadang dia tidur pun TV masih nyala tapi gak merasa terganggu.... hebat deh)
Sama aja dengan kebiasaan membaca, disini kebiasaan membaca masih identik dengan hobi yang 'kutu buku', padahal Moh. Hatta (wakil Presiden RI pertama) juga hobi membaca. (hmmm... its out of topic sih)
Ya kita bisa berkilah bahwa tiap orang punya hobi yang beda, sama seperti ade gua juga gak suka baca dan tiap kali dikasi buku sebagai hadiah ultah misalnya, mungkin dia gak merasa sebahagia dibanding seandainya dikasih 1 season Heroes, atau seri DVD Korea/Jepang.
Waktu kita (gue & temen-red) nginep di Granada, suatu kota di bagian Andalusia, Spanyol, tuan rumah kita punya koleksi buku yang banyak dan lumayan oke.
Terutama buku-buku tentang masakan (and yeah he's a good chef!) dan buku-buku Paulo Coelho. Orangnya juga asik, cakeup, dan punya anjing (loh, gada hubungannya lagi), masih jomlo pula.
Granada adalah tempat yang pasti akan gue kunjungi lagi kalau suatu saat punya kesempatan balik ke Eropa.
Owhya, balik lagi ke topik, anyway, si tuan rumah kita itu, namanya Juanito, dia punya buku tentang sejarah Spanyol. And for us, it's quite cool.
Apalagi kalau ada tamu kaya kita yang memang pengen tau tentang sejarahnya Spanyol, (ehem, gue sih pengen tau, kalau saja seandainya buku tersebut ditulis dalam bahasa Inggris). Dan dia juga fasih, or more less, bisa cerita tentang sejarah Spanyol.
I love books. I really am.
Itulah sebabnya gue memilih teman-teman terbaik gue (or teman-teman yang menurut gue asik diajak hang out) adalah temen-temen yang juga doyan baca.
Dan menurut gue, orang bisa aja gak lulus SD, seperti dulu pembantu yang pernah kerja di rumah kita. Tapi karena dia suka baca -padahal tadinya di rumah kita dia baca koran bekas aja masih harus dieja- dia bisa maju. Atau dia memang orangnya mau berusaha untuk maju, makanya dia suka baca.
Dari dulu (sampai sekarang) gue belum bisa- dan rasanya gak pernah bisa menikmati yang namanya sinetron, entah dari sisi sinematografi-nya kurang memuaskan, jalan ceritanya yang gak realistis, aktingnya yang berlebihan (atau bahasa anak gaol sekarang "lebay") dan pada akhirnya, pada satu kesimpulan, gak berguna alias buang-buang waktu.
Yang ada bikin keselllll.....
Entahlah apa diluar negeri sinetron sama aja (rendah) kualitasnya seperti di Indonesia, atau memang Indonesia 'spesialis'nya bikin ginian.

Tapi, salahsatu hal yang bisa gue pelajari dari peristiwa traveling ke sebagian negara di Eropa Barat, adalah kebiasaan nonton TV tuh gak penting-penting amat buat mereka (at least gak seperti mamah-ku yang tiap hari mesti setel TV, entah disimak atau engga acaranya, kadang dia tidur pun TV masih nyala tapi gak merasa terganggu.... hebat deh)
Sama aja dengan kebiasaan membaca, disini kebiasaan membaca masih identik dengan hobi yang 'kutu buku', padahal Moh. Hatta (wakil Presiden RI pertama) juga hobi membaca. (hmmm... its out of topic sih)
Ya kita bisa berkilah bahwa tiap orang punya hobi yang beda, sama seperti ade gua juga gak suka baca dan tiap kali dikasi buku sebagai hadiah ultah misalnya, mungkin dia gak merasa sebahagia dibanding seandainya dikasih 1 season Heroes, atau seri DVD Korea/Jepang.
Waktu kita (gue & temen-red) nginep di Granada, suatu kota di bagian Andalusia, Spanyol, tuan rumah kita punya koleksi buku yang banyak dan lumayan oke.
Terutama buku-buku tentang masakan (and yeah he's a good chef!) dan buku-buku Paulo Coelho. Orangnya juga asik, cakeup, dan punya anjing (loh, gada hubungannya lagi), masih jomlo pula.
Granada adalah tempat yang pasti akan gue kunjungi lagi kalau suatu saat punya kesempatan balik ke Eropa.
Owhya, balik lagi ke topik, anyway, si tuan rumah kita itu, namanya Juanito, dia punya buku tentang sejarah Spanyol. And for us, it's quite cool.
Apalagi kalau ada tamu kaya kita yang memang pengen tau tentang sejarahnya Spanyol, (ehem, gue sih pengen tau, kalau saja seandainya buku tersebut ditulis dalam bahasa Inggris). Dan dia juga fasih, or more less, bisa cerita tentang sejarah Spanyol.
I love books. I really am.
Itulah sebabnya gue memilih teman-teman terbaik gue (or teman-teman yang menurut gue asik diajak hang out) adalah temen-temen yang juga doyan baca.
Dan menurut gue, orang bisa aja gak lulus SD, seperti dulu pembantu yang pernah kerja di rumah kita. Tapi karena dia suka baca -padahal tadinya di rumah kita dia baca koran bekas aja masih harus dieja- dia bisa maju. Atau dia memang orangnya mau berusaha untuk maju, makanya dia suka baca.
Labels:
books,
buku,
Eurotrip,
girl's thought,
Granada,
Paulo Coelho,
Spain,
Spanyol,
traveling
Subscribe to:
Posts (Atom)

