Thursday, July 10, 2008

I changed my mind ;-)

Sehubungan dengan tulisan gue tentang mencari jodo, dan komentar yang masuk (dari para cowo of course). . . yea I did change my mind.
Moreover setelah melihat poster Kaka di lemari gue.
catatan: poster Kaka satu-satunya poster cowo di kamar gue yang bisa liat gue ganti baju *hmmh*
Kesimpulan. . . gue koreksi pernyataan gue di poin#10 kalo ada cowo kaya Kaka (or much better than him, if there is such guy) tentu aja gue gak keberatan juga lah jadi istrinya.

Speaking about him, tau gak sih dia nikah sama pacarnya (ya iyalah masa pacar orang laen???) yang pacaran sejak SMA! *ughh... so swit yah*
Kaka juga pernah kecelakaan tulang belakang, dan fakta bahwa dia sembuh total bahkan bisa maen sepak bola (dan jadi kesayangan AC Milan) it was truly a miracle for him, that's why he loves his God so much.
Remember that he revealed his "I belong to Jesus" t-shirt in Champion League 2007 ?
And he was admitted that he was still virgin when he married his wife (isn't a guy like him getting rare nowadays???)

Read more about my-wanna-be-lover :) Kaka @ Wikipedia

Wednesday, July 09, 2008

Tukang pecel yth

Lagi-lagi... Flame War di milis.
Dari semua milis yang gue ikuti , milis FK yang paling ga pegang Netiket. Katanya milis para dokter tapi preferensi politik dan semua obrolan yang gak relevan lulus moderasi. Sedang di milis lainnya yang gue ikutan, sebelum join aja para member dikasi aturan yang jelas gimana etiket universal di milis, hemat bandwidht (orang lain) dan moderatornya tegas, yang melanggar aturan kena banned.
Makanya males deh gue urusan sama para dokter (yang arogan)... 
Sperti kata temen gue " Gak ada dokter yang baek, yang ada orang baek yang jadi dokter".

Sekarang soal kecenderungan politik gue:

Dari lahir gue tinggal di Indonesia, pake bahasa Indonesia, dan sama cintanya dengan Indonesia seperti mayoritas (or minoritas ?) orang disini, dan dibesarkan dengan cara pikir Nasionalis abis.
Tapi anehnya orang sini selalu berpikir, entah karena warna kulit yang beda, ada prejudice tertentu bahwa kaum minoritas tertentu (yang representatif dengan warna kulit gue) gak nasionalis, cenderung kapitalis dan eksklusif.

Whatever. . . I was raised not for being superior, toh gada seorang pun yang bisa memilih mau dilahirkan dengan warna kulit gimana, keluarga macam apa, dan kehidupan seperti apa. Tapi despite asal kita dari mana, kita bisa memilih untuk berpikir, bersikap dan berkata-kata secara benar, yang konsekuensi-nya kita tanggung sendiri.

Memang katanya bangsa ini punya prinsip Bhineka Tunggal Ika, tapi kalo liat UUD dan semua peraturan negara bisa ditelusuri bahwa semua ada sifat SARA-nya.
Mestinya Indonesia belajar dari Amerika Serikat, yang oleh mayoritas orang sini dibilang negeri kapitalis lah, tapi disana orang kulit hitam bisa jadi Presiden. Belum lagi soal tolong menolong, pas Badai Katrina (dan Badai-badai lainnya) mereka bisa bantu sesama warganya tanpa ada NGO dari luar. Rasa sosialis-nya tinggi. Dibanding waktu perisitwa Tsunami Aceh disini.
Udah yang nolong orang-orang NGO dari luar, eh... bantuannya banyak yang gak nyampe lagi ke warga Aceh.

Salah siapa ya kalo gitu ?

Lagi-lagi Pemerintah disalahkan, padahal kalo menurut gue sih salah mental bangsa ini....
Dari SD udah diajarin pola pikir menurut aja sama guru, trus SMP belajar beli soal untuk lulus, SMA juga bayar duit sumbangan untuk "beli bangku". Nah pas kuliah di Universitas negeri yang katanya bagus, gue juga merasakan 'praktek' jual beli soal Obgyn sebelum UTS/UAS. ( Hanya tentu aja gue gak termasuk yang ikutan).
Nilai bagus -saat itu- gak berarti segalanya buat gue dibanding Integritas.
Dokter kan gak ditanya IP sama pasien.

Di KOMPAS suka ada kolom tentang wiraswasta, ada tukang nasi pecel yang sukses banget hijrah ke ibukota.
Salut deh gue sama orang-orang kaya gitu, yang daya juangnya tinggi tapi pake cara halal.
Kalo tar gue punya anak, terserah deh mau jadi apa cita-citanya, jadi tukang pecel juga gapapa asal hatinya lurus dan bersih daripada jadi anggota DPR/MPR tapi dikejar-kejar KPK... *cape deh*











Gambar dan detail cerita dapat dilihat di images.kompas.com

Friday, July 04, 2008

Agum... jangan jadi anarkis ya :)

On an evening me and my mom took some after lunch snack at Pizza Hut (keren banget untuk snack aja mesti ke Pizut :)
di depan pintu masuk Pizut ada anak kecil yang lagi jongkok, dia jualan koran, sebelah matanya kelihatan putih kaya orang katarak (mungkin dari lahirnya atau karena infeksi ? gak tau deh) poko pas kita masuk pintu Pizut dia cuman ngeliat kita aja -gak nawarin korannya, apalagi minta sedekah.
Tapi... sungguh deh dari situ ada rasa gimanaaa gitu, pengen nolong rasanya, trus sambil pesen makanan disana, gue ngerasa gimana gitu ya.
It's like, me sitting here with all the food, and he was there, mungkin ngerasain Pizza Hut aja blom pernah kali ya.
Memang kalo menikmati makanan enak dikit kadang gue ngerasa bersalah, rasanya koq bisa kita menghabiskan duit beberapa puluh ribu untuk satu kali makan aja, sementara orang lain (masih di belahan bumi Indonesia) ada yang kesusahan cari makan.

Lalu dari kejadian itu, I gave him my phone number, trus gue bilangin kalo butuh apa-apa, semisal untuk keperluan sekolah dia bisa nelfon gue.
Namanya Agum.
And it was months ago.

Kadang dari penghasilan gue, sebagian (kecil) suka disisihkan untuk investasi -sebagian besar... *mmmhhh...* tau kan untuk kebutuhan cewe, yang kalo dipikir lagi, sebenernya gak butuh-butuh amat. 
Dari sebagian kecil dana yang disisihkan untuk investasi itu, akhirnya gue kasih juga ke ibunya Agum, karena menurut gue sih mereka lebih perlu ya, seperti contohnya sore ini. 
Untuk keperluan Agum daftar ulang SMP. Kalo gue sih gada uang pun masih bisa minta ke ortu.
( Bahkan laptop gue pun masih pake cicilan kartu kredit bokap *hikhik* ) 
Tapi buat mereka duit beberapa puluh ribu pasti kerasaaaa banget nolongnya.
Entahlan, rasanya besarnya duit itu jadi sangat relatif.

Seratus ribu kalo beli paketan putaw bisa dapet 1 gram, bisa abis begitu ajah, manfaatnya juga relatif, beberapa bilang enak dan worthed.
Seratus ribu tuh harga baju atau sepatu atau tas ( kadang harga segitu udah termasuk diskon 50% or even 70% ) tapi orang ngerasa wajar aja ngabisin uang sejumlah itu untuk barang.
Tapi untuk Agum dan keluarga, yang kakaknya lulus SMA tapi gak bisa kerja karena ijazahnya ditahan pihak sekolahan, ayahnya gak kerja lagi karena komplikasi otak gara-gara Demam berdarah, ibunya kerja serabutan sambil jaga 3 orang adiknya, hmmmh... mungkin sperti kisah sinetron, tapi ini kisah nyata dari Bandung ( bukan belahan bumi lain yang tak dikenal ).

Makanya suka kepikiran, koq bisa ya ada oknum di pemerintahan yang mengkorupsi anggaran untuk orang miskin. 
Hak untuk orang miskin aja masih dikorupsi. Dimana hati nurani-nya coba ? 
Kalo semisal gak punya hati nurani juga, masa gak malu udah ketahuan, diadili dan dinyatakan bersalah, eehhhh minta naik banding juga.
( baca Kompas buat yang baru tau ada yang kaya gini di Indo )

Cape sih kalo ngurusin hal kaya gini. Tapi gue sangat optimis dengan adanya KPK di jaman sekarang, Te O Pe untuk KPK. Juga untuk media massa yang meng-ekspos tentang koruptor. Inilah enaknya jaman SBY. *hahahahaha*
Biarpun BBM naik, tabung gas langka, tapi masih mending daripada mesti ikutan P4 yang gada guna.... ngabisin duit rakyat, dengan hasil korupsi masi ada masuk Top5 sedunia.

Anyway busway, ada hal-hal yang gue rindukan dari jaman "bapak" itu memerintah, yaitu prinsip KB " dua anak cukup " dulu sih cukup tersosialisasi.
Sayangnya, prinsip KB tersebut gak diterapkan di keluarga "bapak" (mantan Presiden RI kita itu) anak-anaknya banyak juga ternyata.
Lalu selain banyak (anaknya) , juga banyak hartanya 
( wondering... hasil KKN kah ? )
*hihihihihi* Ini juga asiknya jaman sekarang, boleh protes, tulis blog, tapi nyawa aman - gak terancam kaya dahulu kala.
Asiknya juga ( jaman skarang) protes bisa dilakukan dengan cara yang lebih "smart" ..... makanya gue heran, koq masi ada mahasiswa ( jaman sekarang ) yang protes atau demo pake bakar-bakaran, mahasiswa koq anarkis.
Dimana letak ke"maha"an-nya ?
Mending lulusan SD tapi bisa jaga hati dan jaga kelakuan deh.


mahasiswa koq anarkis? NO WAY!

Gambar diambil dari images.kompas.com

Tuesday, July 01, 2008

dokter mencari suami arsitek atau chef

Kalau baca harian KOMPAS -- atau harian lainnya --gue suka (iseng) baca Kolom Jodoh, soalnya suka ada yang luchu :-) 
Seperti contohnya " Gadis Minang baik-baik mencari Suami minimal pendidikan S1, tidak merokok/miras, penuh pengertian, dan sebagainya. "
Dari ngobrol-ngobrol just now di Food court with Rizal and Neno jadi tercipta ide kalo kolom versi cari jodoh versi gue seperti apa
Wanita umur 27 tahun, dokter umum [1], suka membaca dan menulis [2] , suka binatang terutama spesies terancam [3], mencoba jadi vegetarian tapi masih makan seafood [4], mencari calon suami yang serius [5], profesi diutamakan arsitek atau chef [6], suka binatang terutama yang bisa dipelihara [7] , suka baca/mendengarkan musik tapi plis jangan dangdut [8], tidak merokok/miras/narkoba jarum suntik maupun narkoba lainnya [9], tidak addicted bola/bokep/games[10]

Komentar :
[1] profesi 'dokter umum' ini konon lebih disukai di kalangan para calon mertua yah, soalnya setau gue banyak angkatan babe gue yang demen punya mantu dokter, tapi kalo profesi yang paling diinginkan oleh para cowo sebagai calon istri kayanya model atau SPG rokok atau umbrella girl MotoGP lebih dicari sepertinya.
[2] menulis dan membaca tuh penting banget, itu dua hal yang bikin orang jadi pinter IMO.
kalo illiterate (=buta huruf).... hmmmm.... mungkin gakan baca kolom jodoh tsb juga yahhh
[3] ga penting untuk ditulis sih, tapi terus terang aja gue males sama cowo yang pembenci binatang, apalagi takut ama kecoak... *duh*
[4] occasionally masih makan daging, tapi tau gak sih makan daging itu menghabiskan banyak energi... global warming man !
[5] maksutnya mencari calon suami yang mau serius menjadi suami --halah.
[6] entah kenapa gue very crazy about them. either architect or chef looks fine to me :-)
[7] I really think animal could teach us a lot. Tapi jangan piara buaya/crocodile/alligator terutama buaya darat ! *cape dehhh*
[8] sampai sekarang gue blom bisa menikmati dangdut. Sorry, dangdut is not my life :-/
[9] this kinda man is getting rare, but I knew some of them are still exist *hmmmphf*
[10] bottom line, maybe I was looking for an endangered species too. . . .

*hikhikhik*




Wednesday, June 04, 2008

new project :


Tiap orang koq rasanya punya masalah kesehatan.

Tiap ngobrol sama orang (atau punya kenalan baru) selalu aja sampai pada pembicaraan konsul masalah kesehatan, mulai dari sakit pinggang, pusing, alergi, sakit kencing, susah tidur, susah boker, anaknya demam, ortunya kena sakit jantung, kena stroke, mens gak teratur, muka jerawatan, rambut ketombean, dan lain-lain sebagainya.

Padahal kalo dipikir-pikir informasi kesehatan sekarang sudah gampang diakses mulai dari acara health education di TV sampe tabloid khusus tentang kesehatan. 
Atau banyak situs juga di internet yang menyediakan informasi tentang kesehatan, tapi beberapa yang aku lihat koq rasanya klo gak bahasanya terlalu "medis" (ga dimengerti orang non medis) kadang malah info-nya terlalu superfisial.

Jadi pengen bikin situs tentang informasi kesehatan yang bisa dimengerti oleh semua orang, pake bahasa Indonesia, supaya orang ga mampu ke dokter pun bisa ke warnet dan nyari informasi yang dibutuhkan (mungkin gak sih?! )
Untuk sementara mesti belajar dulu sama Anne Ahira (sama-sama orang Bandung eui ;-)