Showing posts with label Eurotrip. Show all posts
Showing posts with label Eurotrip. Show all posts

Thursday, September 29, 2011

Sedih sedih sedih

Belum juga meninggalkan Itali tapi udah sedih duluan.
Padahal masih dua hari lagi disini tapi rasanya udah kepikiran gimana rasanya pas pergi dari sini.*Hiks*
Life is funny.
Kadang-kadang kita gak tau kemana hidup membawa kita,
malah banyak hal yang gak pernah kepikiran sama sekali sebelumnya tapi bisa kejadian.
Hari-hari gw di Itali rasanya lebih indah dari mimpi, karena mimpi aja kadang suka aneh dan gak nyata. Tapi ini sangat indah dan di depan mata pula.
Seperti kemaren waktu napas tilas ke Camogli.
Kurang lebih dua bulan yang lalu, adalah malem pertama gw nyampe di Liguria.
Gw masih inget waktu itu peristiwa-nya adalah, karena host gw di Firenze gak bisa host lebih lama lagi. Padahal sebenernya pengen sih tinggal di Firenze barang 1-2 hari karena kota itu bener-bener indah dan so much to explore.
Then again, pada saat itu gw udah coba booking hostel, nelp 5-7 hostel tapi semua kamar penuh!
Bener-bener musim turis kayanya...
Akhirnya, karena gw emang udah punya no host di Genova- tha coba lah sms dia nanyain is it okay kalo misalnya dateng ke Genova a day in advance (than it was expected).
Dasar dia orangnya baek, dia bilang gapapa koq, dateng aja.
So, pada saat itu gw memutuskan untuk cabut dari Firenze dan pergi ke Genova.
Beli tiket train lah di station St. Maria Novella, Firenze- yang ternyata salahsatu train tiket paling mahal yang pernah dibeli selama eurotrip in summer 2011.
But it was all worth.
Nyampe di stat. Brignole, Genova- ada cowo Itali yang ngejemput gw.
Not that he's very cute and kind, tapi dia juga ngajak gw meng-explore Genova at night.
Dan ke Camogli inilah dia ngebawa gw, on my first night in Liguria.

CamogliCamogli

W
aktu itu full moon alias bulan purnama penuh, ada satu lagi foto yang gw buat di tempat yang sama tapi dengan background bulan purnama.
Pokonya indah banget waktu itu suasana-nya.

Trus gw masi inget juga, dia beli gellati di gellateria deket situ.
Dan gw nolak pas dia nawarin karena waktu itu gw belom makan malem dan rasanya perut gak pengen diisi es krim. Tapi dia nawarin, kalo mau nyobain tar minta aja, trus sama tukang es krim-nya dibilang: 'She needs it, to be more fat.'
(Emang sih gw skinny, tapi masa makan gellato aja bisa bikin gendut)
Pada akhirnya jadinya gellati-nya dimakan berdua, karena itu salahsatu gellati paling enak yang pernah gw cobain!

Anyway, kemaren gw balik lagi ke Camogli sore-sore tapi kali ini sendiri. Untuk bernostalgila, dan juga untuk ngeliat seperti apa suasana Camogli pas sore. Ternyata rame sama orang bo...
Penuh sama keluarga dan anak-anak kecil yang mandi matahari juga berenang.
Juga turis yang sightseeing, karena tempat itu bisa dipake kapal pesiar berlabuh.

Kali ini, gw ngambil foto rumah-rumah diatas bukit tipikal Ligurian juga. Hanya rasanya bener suasana malam hari pas waktu pertama kali disini emang mistikal banget, beda sama sore-sore.
Tapi pas sunset OMG jadi totally beautiful. Bellissima.

Semakin gak rela meninggalkan Itali rasanya setelah semua hal-hal yang gw alami disini.
Aneh juga, padahal tadinya Genova not on my top list, tapi malah jadi salahsatu highlight dalam trip gw.
Mungkin karena I have found somebody who is really special to me.
But he doesn't know about it.
I wish I could tell him.

I don't own him nor his thought.
But I really want him to be happy.

Sunday, November 15, 2009

Ngobrol ama Paul dan Anna. . .


Waktu Eurotrip bulan September lalu ke Portugal, kita (me & partner) sempet kenalan ama couple asal UK.
Namanya Paul dan Anna.
Paul musisi dan Anna artist (bukan artis sinetron, tapi orang yang bekerja dengan 'art' alias seniman).
Ngobrol sana sini, si Anna nanya gue: 'Kerjaan elu apa?'

Gue jawab: 'Gue dokter, tapi kerja di penelitian tentang HIV.'

Dia bilang: 'Wah asik banget. Gue dulu pengen jadi dokter juga tuh.'

Sambil cengengesan, gue bales: 'Yeah, everybody wants to be something else. For me, I always wanna be a veterinarian.'

It is so true.

Temen gue kerjaannya di teknik mesin tapi sebenernya pengen jadi musisi.
Yang udah jadi musisi, dulu benernya pengen jadi jurnalis.
Gue pengennya jadi dokter hewan tapi malah jadi dokter umum (orang).

Padahal banyak orang yang pengen jadi seperti gue (pengen jadi dokter maksudnya) tapi gak bisa karena satu dan lain hal,

Meanwhile, sampe sekarang kalo gue liat binatang terlantar (anjing/ kucing/ kuda/ wotever) selalu sedih karena gak bisa ikutan nolong.

A shattered dream.

:_(

PS. Dan saat ini pengen miara guguk lagi tapi gak bisa..... we're just too busy at this moment to keep a dog *hiks*

But one cannot have too much dreams in one's life

Sunday, October 11, 2009

Mau jadi apa ?

Mau jadi apa bangsa kita kalau tontonan filmnya-nya seperti ini : Melati untuk Marvel, Cinta Fitri, Terlanjur Cinta, Anak Mami Jatuh Cinta (SCTV), Si Amat Anak Pasar Jangkrik, Si Kembar Penjaga Sungai, Terpanggang Tanah Kuburan, Jenazah Melengkung, Kuburan Berbau Bangkai (TPI), Suami-suami Takut Istri (TransTV), Tangisan Isabela, Laila, Inayah (Indosiar), Tarzan Keluar Kampung, Baim Anak Saleh, Cinta dan Anugerah (RCTI).

Dari dulu (sampai sekarang) gue belum bisa- dan rasanya gak pernah bisa menikmati yang namanya sinetron, entah dari sisi sinematografi-nya kurang memuaskan, jalan ceritanya yang gak realistis, aktingnya yang berlebihan (atau bahasa anak gaol sekarang "lebay") dan pada akhirnya, pada satu kesimpulan, gak berguna alias buang-buang waktu.
Yang ada bikin keselllll.....

Entahlah apa diluar negeri sinetron sama aja (rendah) kualitasnya seperti di Indonesia, atau memang Indonesia 'spesialis'nya bikin ginian.


Tapi, salahsatu hal yang bisa gue pelajari dari peristiwa traveling ke sebagian negara di Eropa Barat, adalah kebiasaan nonton TV tuh gak penting-penting amat buat mereka (at least gak seperti mamah-ku yang tiap hari mesti setel TV, entah disimak atau engga acaranya, kadang dia tidur pun TV masih nyala tapi gak merasa terganggu.... hebat deh)

Sama aja dengan kebiasaan membaca, disini kebiasaan membaca masih identik dengan hobi yang 'kutu buku', padahal Moh. Hatta (wakil Presiden RI pertama) juga hobi membaca. (hmmm... its out of topic sih)
Ya kita bisa berkilah bahwa tiap orang punya hobi yang beda, sama seperti ade gua juga gak suka baca dan tiap kali dikasi buku sebagai hadiah ultah misalnya, mungkin dia gak merasa sebahagia dibanding seandainya dikasih 1 season Heroes, atau seri DVD Korea/Jepang.

Waktu kita (gue & temen-red) nginep di Granada, suatu kota di bagian Andalusia, Spanyol, tuan rumah kita punya koleksi buku yang banyak dan lumayan oke.
Terutama buku-buku tentang masakan (and yeah he's a good chef!) dan buku-buku Paulo Coelho. Orangnya juga asik, cakeup, dan punya anjing (loh, gada hubungannya lagi), masih jomlo pula.
Granada adalah tempat yang pasti akan gue kunjungi lagi kalau suatu saat punya kesempatan balik ke Eropa.

Owhya, balik lagi ke topik, anyway, si tuan rumah kita itu, namanya Juanito, dia punya buku tentang sejarah Spanyol. And for us, it's quite cool.
Apalagi kalau ada tamu kaya kita yang memang pengen tau tentang sejarahnya Spanyol, (ehem, gue sih pengen tau, kalau saja seandainya buku tersebut ditulis dalam bahasa Inggris). Dan dia juga fasih, or more less, bisa cerita tentang sejarah Spanyol.

I love books. I really am.
Itulah sebabnya gue memilih teman-teman terbaik gue (or teman-teman yang menurut gue asik diajak hang out) adalah temen-temen yang juga doyan baca.

Dan menurut gue, orang bisa aja gak lulus SD, seperti dulu pembantu yang pernah kerja di rumah kita. Tapi karena dia suka baca -padahal tadinya di rumah kita dia baca koran bekas aja masih harus dieja- dia bisa maju. Atau dia memang orangnya mau berusaha untuk maju, makanya dia suka baca.